Percakapan seputar produk susu dan konsepsi memang berantakan. Media sosial menyukai sebab-akibat yang sederhana, namun biologi jarang bekerja seperti itu. Jika menukar susu oat dengan susu almond adalah keajaiban kesuburan, klinik reproduksi akan kosong. Sebenarnya tidak.
Namun, semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pilihan susu lebih penting dari yang Anda kira. Ini bukan tentang menghindari produk susu sepenuhnya. Ini tentang kandungan lemak apa yang Anda pilih, dan mengapa variabel spesifik tersebut dapat mengubah peluang Anda untuk hamil.
Faktor Bobot dan Hubungan Tidak Langsung
Pertama, mari kita lihat yang sudah jelas. Indeks Massa Tubuh (BMI) Anda memainkan peran penting dalam kesuburan. Kelebihan atau kekurangan berat badan secara signifikan dapat mengganggu siklus menstruasi Anda, membuat ovulasi tidak dapat diprediksi atau terhenti sama sekali. Hal ini menciptakan hubungan tidak langsung antara apa yang Anda makan dan kemampuan Anda untuk hamil.
Jika Anda kelebihan berat badan, mengurangi produk susu berkalori tinggi dan berlemak tinggi dapat membantu menurunkan BMI Anda. Berat badan yang lebih sehat meningkatkan peluang Anda untuk hamil.
Jika Anda kekurangan berat badan, sarannya berbeda. Anda mungkin perlu menambahkan kembali lemak ke dalam makanan Anda. Susu skim tidak akan banyak membantu di sana. Produk susu murni memberikan kepadatan kalori dan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung siklus yang terlalu ringan.
Namun hubungannya lebih dalam dari sekedar kalori.
Mengapa Susu Murni Dapat Meningkatkan Peluang Konsepsi
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi produk susu murni dalam jumlah sedang dapat berdampak positif pada kesuburan. Kami tidak berbicara tentang galon es krim. Kita berbicara tentang satu atau dua gelas susu sehari. Atau mungkin setengah cangkir es krim dua kali seminggu.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dua porsi susu murni setiap hari dapat meningkatkan peluang wanita untuk hamil sebesar 25 persen.
Ini bukan sekadar anekdot. Ini adalah pola yang terlihat dalam data, meskipun pendapatnya berbeda-beda. Mekanismenya kemungkinan besar melibatkan hormon yang ada dalam lemak susu. Namun di sinilah hal itu menjadi rumit.
Paradoks Susu Rendah Lemak
Tampaknya logis jika wanita yang mencoba untuk hamil harus minum susu rendah lemak. Bagaimanapun, kelebihan berat badan diketahui merupakan penghalang kesuburan. Dan di AS, sekitar 63 persen wanita mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Namun peneliti Harvard menemukan hasil yang berlawanan dengan intuisi. Wanita yang mengonsumsi produk susu rendah lemak dua kali sehari secara signifikan lebih mungkin mengalami infertilitas ovulasi dibandingkan mereka yang jarang minum produk susu.
Risikonya sangat besar. Wanita-wanita ini memiliki peluang 85 persen lebih besar untuk mengalami masalah ovulasi dibandingkan dengan mereka yang membatasi konsumsi produk susu rendah lemak hanya seminggu sekali atau kurang.
Mengapa susu skim tampak menghambat kesuburan?
Ilmu di Balik Skim
Kami tidak tahu pasti. Tapi ada teori.
Saat susu diproses untuk menghilangkan lemak, zat lain juga ikut dihilangkan. Ini mungkin merupakan senyawa yang meningkatkan kesuburan.
Lalu ada faktor aditif. Untuk membuat susu rendah lemak terlihat lembut dan terasa enak, produsen sering kali menambahkan protein whey. Whey juga digunakan dalam protein shake, dipasarkan untuk pembentukan otot.
Pada tikus, protein whey telah terbukti mempengaruhi tubuh sama seperti testosteron.
Jika whey mempengaruhi hormon wanita dengan cara yang sama, hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang berhubungan dengan infertilitas. Ini adalah teori yang masuk akal. Hal ini menjelaskan mengapa pilihan “sehat” mungkin menjadi bumerang bagi sebagian orang.
Apa yang Harus Anda Lakukan?
Anda tidak perlu merombak pola makan Anda dalam semalam. Tapi Anda harus mempertimbangkan apa yang Anda minum.
Pengaruh produk susu menjadi lebih jelas, meskipun hal ini masih menjadi fokus penelitian.
Jika Anda kesulitan dengan ovulasi, tanyakan kepada dokter Anda tentang asupan produk susu Anda. Secara khusus, tanyakan tentang perbedaan antara sumber lemak penuh dan rendah lemak.
Setelah hamil, nasehatnya bergeser lagi. Para peneliti menyarankan bahwa wanita yang hamil menggunakan produk susu berlemak penuh harus beralih ke pilihan produk susu rendah lemak selama kehamilan. Ini membantu meminimalkan asupan lemak jenuh saat Anda mengandung bayi.
Kontroversi Susu Mentah
Lalu ada susu mentah. Barang yang belum diproses.
Ini kontroversial. FDA memperingatkan bahwa meminum susu yang tidak dipasteurisasi membahayakan nyawa Anda. Di banyak negara bagian, menjual atau memiliki adalah ilegal.
Para pendukungnya berpendapat bahwa jus ini lebih unggul daripada jus sapi yang dipasteurisasi. Mereka mengutip enzim, bakteri, dan nutrisi yang dibunuh oleh pasteurisasi.
Orang yang skeptis menunjuk pada Salmonella, E. coli, dan Listeria.
Jika Anda mencoba untuk hamil, hal terakhir yang Anda perlukan adalah infeksi serius. Risiko mengonsumsi susu mentah mungkin lebih besar daripada manfaat yang dirasakan. Tetap berpegang pada pasteurisasi. Pilih lemak.
Intinya
Kesuburan itu rumit. Ini melibatkan usia, genetika, stres, dan ribuan faktor lainnya. Produk susu hanyalah satu bagian.
Namun jika Anda makan dengan baik, menggerakkan tubuh, dan masih menunggu, lihatlah ASI Anda. Apakah itu skim? Apakah whey-nya berat?
Mungkin perubahan paling sederhana adalah perubahan yang selama ini Anda hindari.


















