Banyak orang tua terkemuka yang secara aktif membesarkan anak-anak mereka menjadi bilingual, menyadari manfaat kognitif dan budaya dari penguasaan bahasa sejak dini. Tren ini mencerminkan semakin berkembangnya pemahaman bahwa mengenalkan anak-anak pada berbagai bahasa sejak usia muda dapat meningkatkan kefasihan dan meningkatkan kemampuan kognitif.
Contoh Selebriti
Beberapa selebriti secara terbuka membahas upaya mereka untuk membesarkan anak-anak bilingual. Jimmy Fallon ikut menulis buku anak-anak berbahasa Spanyol untuk dipelajari bersama putrinya, sementara Serena Williams belajar bahasa Prancis secara mandiri dan sekarang mengajarkannya kepada anak-anaknya sendiri. Salah satu contoh penting adalah Priyanka Chopra, yang mengajari putrinya, Malti Marie, bahasa Hindi, dan anak tersebut sering kali mengajari orang tuanya yang tidak bisa berbahasa Hindi, Nick Jonas.
Ilmu Bilingualisme
Membesarkan anak bilingual membutuhkan paparan bahasa target yang konsisten. Para ahli di Linguistic Society of America menekankan bahwa pengulangan dan pendalaman sangat penting untuk kesuksesan. Beberapa orang tua mencapai hal ini melalui kebijakan ketat yang hanya menggunakan bahasa di rumah, sementara yang lain melengkapinya dengan pelajaran formal atau bahan bacaan multibahasa.
Keuntungan Kognitif dan Sosial
Penelitian menunjukkan bahwa bilingualisme menawarkan banyak manfaat di luar komunikasi sederhana. Anak-anak bilingual sering kali menunjukkan empati yang tinggi, peningkatan pemahaman membaca, dan peningkatan keterampilan multitasking. Keuntungan ini berasal dari peningkatan fleksibilitas otak saat memproses berbagai sistem linguistik.
Pada akhirnya, tren pendidikan bilingual yang menjadi sorotan menyoroti meningkatnya pengakuan pembelajaran bahasa sebagai investasi dalam perkembangan kognitif anak dan peluang masa depan. Dengan memprioritaskan multibahasa, para orang tua membekali anak-anak mereka dengan keahlian berharga yang jauh melampaui pengayaan budaya.




















