Perseteruan Keluarga Beckham: Garis Waktu Ketegangan yang Meningkat

Hubungan antara keluarga Beckham dan putra sulung mereka, Brooklyn, serta istrinya Nicola Peltz, telah berubah menjadi konflik keluarga yang dipublikasikan secara luas. Apa yang awalnya merupakan perselisihan terkait pernikahan telah berkembang menjadi tuduhan adanya kontrol, manipulasi, dan kebencian yang mendalam. Berikut rincian peristiwa-peristiwa penting yang telah terjadi.

Sengketa Gaun Pengantin (April 2022)

Perpecahan awal muncul sekitar pernikahan Nicola dengan Brooklyn pada April 2022. Nicola secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mengenakan gaun rancangan ibu mertuanya, Victoria Beckham, namun akhirnya memilih gaun Valentino Couture. Menurut Nicola, studio Victoria mengaku terlalu sibuk untuk memenuhi permintaan tersebut.

“Saya benar-benar ingin memakai [gaun Victoria Beckham], dan saya sangat bersemangat untuk memakainya! Tapi studionya tidak bisa membuat gaun itu tepat waktu,” jelas Nicola.

Persepsi kecil ini memicu spekulasi bahwa Nicola tidak pernah bermaksud mengenakan desain Victoria Beckham, sebuah klaim yang dibantah keras olehnya. Insiden ini menjadi dasar perselisihan lebih lanjut.

Kontroversi Tarian Pertama (April 2022)

Menambah bahan bakar ke dalam api, muncul laporan bahwa pesta dansa pertama Brooklyn dengan Nicola dibayangi oleh intervensi yang tidak terduga. Marc Anthony dilaporkan mengundang Victoria ke atas panggung untuk berdansa dengan putranya, yang mengarah ke adegan yang digambarkan oleh orang dalam sebagai “mencengangkan” dan membuat Nicola menangis.

“Sebelum lagu dimulai, Marc Anthony meminta Brooklyn untuk naik ke panggung, dan kemudian mengumumkan, ‘Wanita tercantik di ruangan malam ini, ayo naik…Victoria Beckham!’”

Meskipun kubu Victoria kemudian meremehkan insiden tersebut, dan mengklaim bahwa itu adalah momen spontan yang dibagikan kepada banyak anggota keluarga, Nicola dilaporkan merasa itu adalah upaya yang disengaja untuk merusak momen spesialnya.

Penghinaan Ulang Tahun dan Ketegangan yang Meningkat (Mei 2025)

Perselisihan keluarga menjadi semakin nyata dengan ketidakhadiran Brooklyn dan Nicola dalam perayaan ulang tahun ke-50 David Beckham. David memposting foto bersama anak-anaknya yang lain dan pasangannya, tetapi dengan jelas mengecualikan putra sulungnya dan menantu perempuannya.

Sumber yang dekat dengan keluarga tersebut menyatakan bahwa pengucilan ini adalah yang terbaru dari pola penganiayaan yang dilakukan David dan Victoria, dengan Nicola menjadi pasangan pertama yang secara terbuka menentang perilaku mereka. Narasi tersebut menggambarkan keluarga Beckham sebagai orang yang “beracun” dan “narsistik,” dengan tuduhan pelecehan verbal dan taktik pengendalian.

Ledakan Publik Brooklyn (Januari 2026)

Titik puncaknya terjadi pada Januari 2026, ketika Brooklyn melalui Instagram mengutarakan keluhannya secara publik. Dia menuduh orang tuanya menyabotase hubungannya dengan Nicola, dengan alasan Victoria menarik diri dari merancang gaun pengantin istrinya pada menit-menit terakhir dan permintaan untuk menandatangani hak namanya sebelum pernikahan.

“Mereka tidak pernah memperlakukan saya dengan cara yang sama sejak saat itu,” kata Brooklyn.

Dia lebih lanjut mengklaim Victoria membajak dansa pertamanya dengan Nicola, menari secara tidak pantas bersamanya di depan para tamu. Brooklyn juga merinci upayanya yang berulang kali untuk bertemu dengan David, namun ditolak kecuali jika itu adalah acara publik.

Pola Pengendalian dan Kecemasan

Brooklyn mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan bahwa orang tuanya telah mengendalikan hidupnya selama bertahun-tahun, sehingga menimbulkan kecemasan yang luar biasa. Dia memuji Nicola karena membantunya melepaskan diri dari pola tersebut, sehingga dia bisa menemukan kedamaian dan kelegaan. Inti dari klaimnya adalah bahwa dinamika keluarga sangat tidak berfungsi, karena Victoria dan David memberikan pengaruh yang tidak semestinya terhadap putra mereka.

Situasi ini menggarisbawahi tren yang lebih besar : ketika kekayaan dan ketenaran terlibat, dinamika keluarga bisa menjadi sangat rumit. Kasus keluarga Beckham adalah contoh nyata bagaimana ketidakseimbangan kekuasaan dan permasalahan yang belum terselesaikan dapat meningkat menjadi perselisihan publik, yang dipicu oleh keluhan pribadi dan pengawasan media. Apakah konflik ini akan terselesaikan masih belum pasti, namun dampaknya telah memperlihatkan perpecahan yang mendalam di salah satu keluarga paling terkenal di dunia.