Penampilan Nikki Glaser baru-baru ini di Golden Globes 2024 berubah menjadi lucu ketika Judd Apatow mengungkapkan bahwa dia pernah mengasuh putrinya, Maude dan Iris Apatow. Momen tersebut memicu hiburan, tetapi juga menyoroti babak yang kurang diketahui dalam awal karier komedian tersebut.
Dari Pengasuh hingga Bintang Stand-Up
Sebelum karirnya di dunia komedi, Glaser bekerja sebagai pengasuh anak di Los Angeles, termasuk bertugas di rumah tangga Apatow-Mann. Maude Apatow berusia 26 tahun dan Iris berusia 21 tahun sekarang, tetapi masa Glaser bersama mereka sudah lebih dari satu dekade lalu. Pada tahun 2011, dia secara terbuka membahas ketidakpuasannya terhadap pengasuhan anak, dengan mengatakan kepada Vulture bahwa “tujuan hidupnya adalah untuk tidak pernah menjadi pengasuh anak lagi”.
Dia menguraikan pengalamannya, dengan menyatakan bahwa dia “tidak akan mencintai anak Anda sebesar Anda.” Meskipun merasa frustrasi, dia mengakui bahwa ini adalah “pertunjukan yang luar biasa,” dan juga mencatat perasaan rendah hati karena berada di dekat “kehebatan” hanya untuk diakui sebagai ‘hanya’ pengasuh anak.
Kelemahan dari Pekerjaan Awal
Glaser memperluas pengalamannya dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post, menggambarkan pengasuhan anak sebagai sesuatu yang “menurunkan moral.” Dia mengagumi humor di rumah tangga Apatow, berharap dia tumbuh di lingkungan yang sama, namun pada akhirnya merasa tidak cocok untuk mengasuh anak.
Kisah ini mengungkap perjuangan umum bagi para kreatif muda: kebutuhan untuk mengambil pekerjaan yang tidak memuaskan sambil mengejar minat mereka. Bagi Glaser, penampilan Apatow adalah sebuah batu loncatan, namun ia sangat ingin meninggalkannya. Anekdot ini mengingatkan kita bahwa banyak orang sukses memiliki awal yang tidak biasa.
Hari-hari Nikki Glaser mengasuh anak pada akhirnya memicu ambisinya untuk meninggalkan dunia pengasuh anak dan berkomitmen penuh pada komedi. Pernyataan jujurnya tentang pengalaman tersebut sangat kontras dengan kepribadian halus yang ia tampilkan di atas panggung. Kisah ini mengingatkan bahwa bahkan penghibur mapan pun memiliki asal usul yang sederhana.




















