Musim liburan, yang sering kali diidealkan sebagai saat yang penuh kegembiraan, bisa jadi sangat sulit bagi mereka yang sedang berduka. Upaya-upaya yang bermaksud baik untuk mendapatkan kenyamanan tanpa disadari dapat memperburuk rasa sakit seseorang, terutama jika upaya-upaya tersebut membatalkan proses alami berkabung. Para ahli menekankan pentingnya menghindari ungkapan-ungkapan tertentu yang, meskipun dimaksudkan untuk membantu, justru dapat memperdalam isolasi dan tekanan.
Mengapa Kata-kata Penting Saat Kehilangan
Duka bersifat sangat pribadi, dan komentar yang tidak sensitif dapat memperkuat perasaan malu atau tidak mampu. Banyak orang beranggapan bahwa keceriaan selalu merupakan pendekatan terbaik, namun memaksakan sikap positif pada seseorang yang sedang berduka mengabaikan pengalaman nyata mereka. Liburan, khususnya, penuh dengan kenangan—sering kali terasa pahit—dan mencoba mengabaikan kesedihan bisa menjadi kontraproduktif.
Lima Frasa yang Harus Dihindari
-
“Tersenyumlah, ini hari libur.” Pernyataan ini menyiratkan bahwa kesedihan tidak pantas atau tidak diinginkan selama masa perayaan. Hal ini secara efektif membungkam kepedihan orang yang berduka, bukannya mengakuinya.
-
“Tahun depan akan lebih baik.” Meskipun dimaksudkan untuk menawarkan harapan, frasa ini menolak kenyataan kehilangan yang ada saat ini. Kesedihan tidak berjalan sesuai jadwal, dan optimisme yang terlalu dini bisa terasa meremehkan.
-
Menanyakan rincian kematian. Rasa ingin tahu tentang keadaan kehilangan jarang membantu. Memaksa seseorang untuk mengingat kembali trauma dengan berulang kali menanyakan detailnya adalah tindakan yang mengganggu dan berbahaya. Keinginan Anda untuk mengetahui tidak mengesampingkan kebutuhan mereka akan ruang.
-
“Cobalah untuk tidak memikirkan mereka saat ini.” Menghindari topik mendiang tidak membuat kesedihan hilang; itu hanya menekannya. Mengakui kehilangan, meskipun menyakitkan, sangat penting untuk berkabung yang sehat.
-
“Mereka berada di tempat yang lebih baik.” Kata-kata klise seperti ini hanya memberikan sedikit kenyamanan dan terkesan impersonal. Hal ini mungkin juga bertentangan dengan keyakinan atau keadaan emosi orang yang berkabung, sehingga membuat mereka merasa lebih sendirian dalam kesakitan.
Cara Menawarkan Dukungan Asli
Daripada meminimalkan kesedihan, fokuslah untuk hadir dan berbelas kasih. Ungkapan sederhana seperti “Saya tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan Anda” atau “Adakah yang dapat saya lakukan untuk Anda?” bisa jauh lebih efektif. Mengakui kerugian tanpa menghakimi adalah hal yang terpenting.
“Selalu berbelas kasih terhadap diri sendiri sebagai pengamat dan terhadap teman Anda yang mengalami kehilangan yang sangat mengenaskan.”
Pada akhirnya, kesedihan adalah proses yang terjadi seiring berjalannya waktu. Dukungan, kesabaran, dan kesediaan untuk mendengarkan tanpa memberikan nasihat yang tidak diminta adalah hadiah paling berharga yang dapat Anda berikan kepada seseorang yang sedang berduka. Meskipun rasa sakit pada akhirnya akan mereda, dampak dari kata-kata yang tidak sensitif dapat bertahan lebih lama.




















